Diskon Listrik

Diskon Listrik Tingkatkan Layanan Home Charging PLN Tahun 2025

Diskon Listrik Tingkatkan Layanan Home Charging PLN Tahun 2025
Diskon Listrik Tingkatkan Layanan Home Charging PLN Tahun 2025

JAKARTA - Peralihan masyarakat ke kendaraan listrik di Indonesia semakin terasa nyata, seiring meningkatnya kebutuhan akan sistem pengisian daya yang praktis dan terjangkau. 

Tidak hanya bergantung pada fasilitas umum, tren pengisian daya di rumah kini menjadi pilihan utama pengguna electric vehicle. 

Kondisi ini mendorong PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN untuk memperkuat layanan Home Charging Services sebagai bagian dari strategi pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional.

Lonjakan Minat Home Charging Sepanjang Tahun

PLN mencatat peningkatan signifikan pengguna layanan Home Charging Services sepanjang 2025. Hingga akhir tahun, jumlah pelanggan layanan tersebut telah mencapai 70.250 pengguna. Angka ini melonjak tajam dibandingkan 2024 yang tercatat sebanyak 32.215 pelanggan.

Pertumbuhan layanan Home Charging Services tidak terlepas dari berbagai program stimulus yang digulirkan PLN. Salah satunya adalah promo diskon 50 persen untuk biaya pasang baru maupun tambah daya listrik. 

Selain itu, PLN juga memberikan diskon tarif tenaga listrik sebesar 30 persen bagi pengisian daya kendaraan listrik pada pukul 22.00–05.00 WIB. Program diskon tarif ini berlaku sejak 1 Juli 2025 hingga 30 Juni 2026.

Berbagai insentif tersebut dinilai berhasil menarik minat masyarakat untuk memasang fasilitas pengisian daya di rumah. Pengguna kendaraan listrik kini dapat menikmati kenyamanan pengisian daya tanpa harus keluar rumah, sekaligus memperoleh efisiensi biaya listrik yang lebih rendah pada jam tertentu.

Ekspansi SPKLU Untuk Kenyamanan Pengguna EV

Selain layanan pengisian di rumah, PLN juga terus memperluas infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum. Sepanjang 2025, jumlah SPKLU yang dikelola PLN mengalami peningkatan sebesar 44 persen. Pada 2024, PLN memiliki 3.223 unit SPKLU. Kini, bersama mitra, jumlah tersebut bertambah menjadi 4.655 mesin SPKLU.

Penambahan SPKLU dilakukan untuk mendukung kenyamanan pengguna kendaraan listrik agar tidak perlu khawatir kehabisan daya di tengah perjalanan. 

Seiring meningkatnya populasi kendaraan listrik, ketersediaan SPKLU menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat untuk beralih dari kendaraan berbahan bakar fosil.

Tak hanya dari sisi jumlah, PLN juga memperluas jangkauan lokasi SPKLU. Hingga 2025, SPKLU telah tersebar di 3.007 titik lokasi. Angka ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 2.192 titik. Penyebaran yang lebih merata diharapkan dapat memudahkan pengguna EV di berbagai wilayah.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan bahwa peningkatan jumlah dan jangkauan SPKLU merupakan bentuk komitmen PLN dalam mendukung instruksi pemerintah untuk mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Upaya ini sejalan dengan agenda transisi energi nasional guna menekan emisi karbon di sektor transportasi.

“Sejalan dengan instruksi pemerintah untuk mendorong adopsi EV di Tanah Air, PLN berkomitmen penuh menjadi garda terdepan dalam menyediakan infrastruktur charging station yang andal,” ujar Darmawan.

Dengan infrastruktur yang semakin masif dan merata, PLN ingin memberikan rasa aman serta kenyamanan bagi masyarakat yang mempertimbangkan peralihan ke kendaraan listrik.

Peningkatan Teknologi Pengisian Daya

PLN juga menaruh perhatian besar pada kualitas layanan SPKLU. Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto, menjelaskan bahwa pemutakhiran teknologi pengisian daya terus dilakukan untuk menjawab kebutuhan pengguna EV yang beragam.

Saat ini, PLN telah menyediakan 633 unit ultra fast charging, 482 unit fast charging, 2.681 unit medium charging, serta 859 unit standard charging. Kehadiran berbagai jenis teknologi ini memungkinkan pengguna memilih layanan pengisian daya sesuai kebutuhan dan waktu yang dimiliki.

“Kami tidak hanya fokus di kuantitas, tetapi juga kualitas layanan. Hadirnya teknologi pengisian daya yang lebih cepat diharapkan dapat mengurangi range anxiety para pengguna EV,” jelas Adi.

Range anxiety atau kekhawatiran kehabisan daya di perjalanan masih menjadi tantangan bagi sebagian pengguna kendaraan listrik. Dengan semakin banyaknya SPKLU berteknologi cepat, PLN berharap kekhawatiran tersebut dapat ditekan secara signifikan.

Layanan Digital Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik

Penguatan ekosistem kendaraan listrik tidak hanya dilakukan melalui pembangunan infrastruktur fisik. PLN juga mengoptimalkan layanan digital melalui Electric Vehicle Digital Services yang terintegrasi dalam aplikasi PLN Mobile.

Melalui fitur Trip Planner, pengguna kendaraan listrik dapat merencanakan rute perjalanan dengan mempertimbangkan jarak tempuh dan lokasi SPKLU. Fitur ini membantu pengguna mengatur perjalanan jarak jauh secara lebih efisien dan terencana.

Selain itu, tersedia pula fitur AntreEV yang memudahkan pengguna dalam mengatur antrean pengisian daya di SPKLU. Layanan ini dirancang untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan pengguna, terutama di tengah lonjakan mobilitas masyarakat.

Adi menegaskan bahwa PLN akan terus meningkatkan kesiapan layanan pengisian kendaraan listrik seiring dengan pertumbuhan ekosistem EV di Indonesia.

“Seiring dengan ekosistem EV yang terus bertumbuh, kami akan terus meningkatkan kesiapan layanan pengisian kendaraan listrik melalui penguatan infrastruktur di berbagai wilayah dan layanan digital yang semakin solid,” tutur Adi.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index