Penumpang di Bandara Tak Perlu Lagi Tunjukkan KTP, InJourney Airports Terapkan Biometrik

Jumat, 04 September 2026 | 02:29:02 WIB
Rapat kerja Komisi VI DPR RI dengan Direktur Utama InJourney Airports, Rizal, di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (3/9/2026).

LIPUTANEKONOMI.COM — Kabar ini menjadi angin segar bagi para pengguna jasa transportasi udara. Ke depannya, pemeriksaan identitas di bandara tidak lagi memakan waktu lama, cukup dengan berdiri di depan kamera, data diri penumpang langsung terverifikasi.

Rencana tersebut disampaikan Rizal dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (3/9/2026). Ia menegaskan transformasi layanan ini merupakan bagian dari upaya perusahaan menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih simpel bagi masyarakat.

Wajah Jadi Pengganti KTP di Bandara

Sistem yang tengah disiapkan ini dirancang untuk menggantikan proses pemeriksaan dokumen fisik. Penumpang yang ingin terbang tidak perlu lagi repot membuka dompet untuk menunjukkan kartu tanda penduduk (KTP) atau mencetak dokumen perjalanan.

Rizal mengungkapkan sering kali penumpang tertinggal membawa dokumen cetak dan harus menghadapi penolakan petugas bandara. Dengan adanya teknologi anyar ini, masalah administratif semacam itu diharapkan tidak lagi terjadi.

"Transformasi proses, ini salah satunya bagaimana memberikan layanan yang simpel, kita tahu bahwa antrean KTP satu-satu dicek, hari ini belum, ke depannya by biometrik by face recognition tidak perlu lagi ke depan menunjukkan KTP," kata Rizal.

"Kita maunya ke depan jangan lagi penumpang harus buka dompet mengeluarkan KTP atau jangan lagi penumpang mengeluarkan kertas catatan, bahkan kadang-kadang kertasnya tertinggal dan terus ditolak oleh bandara seolah-olah kita nggak bisa membantu atau melayani," tuturnya.

Uji Coba di Tiga Bandara, Target Menyebar Luas

Saat ini, uji coba atau prototipe sistem ini sudah berjalan di tiga bandara utama untuk rute penerbangan domestik, yakni Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Bandara Juanda di Surabaya, dan Bandara Ngurah Rai di Bali.

"Ya, sekarang prototipe-nya sedang berlangsung di Soekarno-Hatta. Dan nantinya bandara-bandara strategis kita akan siapkan seperti itu," jelas Rizal.

Berdasarkan data yang dihimpun, transformasi digital ini juga didukung oleh sistem bernama PIONA (Passenger Validation in Airport). Perangkat ini tidak hanya berfungsi memvalidasi data penumpang, tetapi juga meningkatkan akurasi pelaporan pendapatan Passenger Service Charge (PSC) atau uang jasa pelayanan.

Per Juli 2026, perangkat totem dan PC untuk sistem PIONA telah terpasang di sejumlah bandara, termasuk Bandara Soekarno-Hatta. Perusahaan menargetkan implementasi sistem ini menjangkau seluruh bandara kelolaannya pada November 2026.

Dengan adanya integrasi antara teknologi biometrik dan sistem PIONA, arus penumpang di bandara diharapkan jauh lebih lancar. Hal ini sekaligus memperkuat posisi InJourney Airports sebagai pengelola bandara yang mengadopsi standar layanan digital modern di Indonesia.

Tags

Terkini