Kacamata Pintar RayNeo GT Rilis USD 299, Bobot Lebih Ringan 8 Gram

Minggu, 20 September 2026 | 05:57:01 WIB

LIPUTANEKONOMI.COM — RayNeo GT resmi dirilis dengan harga USD 299, sama seperti RayNeo Air 4 Pro, tetapi bobotnya 8 gram lebih ringan dan sudah dilengkapi chip pelacakan spasial 3DoF native. Bagi pengguna di Indonesia yang menantikan kacamata pintar kelas menengah, kehadiran perangkat ini menambah pilihan di segmen harga yang persaingannya makin ketat.

Salah satu peningkatan utamanya adalah bobot yang 8 gram lebih ringan. RayNeo GT juga mengandalkan chip pelacakan spasial 3DoF native, plus chipset Vision 4000 yang sama untuk konversi SDR ke HDR. Tingkat peredupan PWM-nya mencapai 3840Hz, tergolong sangat tinggi untuk kelas harganya.

Tiga Ukuran IPD, Fitur yang Jarang Ada di Kelas USD 299

RayNeo GT hadir dengan tiga pilihan ukuran IPD (jarak antar pupil) untuk mengakomodasi lebih banyak pengguna. Pilihannya meliputi ukuran kecil untuk IPD 63 ke bawah, sedang untuk IPD 64-67, dan besar untuk IPD 68 ke atas. Pengguna juga bisa menyesuaikan ukuran layar di dalam kacamata agar konten tampil lebih pas.

Dua fitur tersebut belum menjadi standar di rentang harga ini. Sebelumnya, pengguna dengan IPD lebar kerap kesulitan menemukan kacamata pintar yang nyaman. Kini mereka punya opsi yang lebih sesuai.

Mode Pelacakan 3DoF dan Pilihan Follow 0DoF

Pelacakan 3DoF baru di RayNeo GT bekerja dengan baik. Pengguna bisa memilih mode steady, anchor, atau follow (0DoF) lewat tombol di bagian atas temple kanan. Mode Follow 0DoF cocok bagi yang sensitif terhadap flicker karena mode 3DoF atau 6DoF memunculkan low-persistence flickering atau black frame insertion yang bisa memicu sakit kepala.

RayNeo juga membekali perangkat ini dengan layar native 10-bit dan dukungan software untuk konten Dolby Vision 12-bit. Untuk menikmatinya, pengguna perlu memasangkannya dengan Pocket TV, perangkat remote dari RayNeo yang mengubah kacamata menjadi Google TV portabel. Pocket TV berfungsi baik sebagai perangkat streaming, meski terbatas untuk unduhan offline. Untuk pemutaran offline, lebih baik menggunakan ponsel sebagai remote.

Kualitas Audio dan Kendala di Bagian Lensa

Kualitas audio dari speaker open-ear empat buah tergolong mengesankan. RayNeo GT tidak lagi menyertakan sound tube seperti pada RayNeo Air 4 Pro, tetapi pengguna bisa membelinya terpisah jika ingin suara lebih langsung ke telinga. Tanpa sound tube pun, suara yang dihasilkan cukup lantang dan jernih.

Masalah terbesar RayNeo GT ada pada lensanya yang tanpa tinting dan tanpa peredupan electrochromic. Panel micro-OLED memang cukup terang, tetapi cahaya sekitar mudah menenggelamkan tampilan layar. Kondisi ini mungkin tidak jadi masalah di kabin pesawat yang redup, tetapi akan terasa di tempat lain. Sebaiknya pesan penutup kacamata jika ingin membeli sepasang.

Secara keseluruhan, RayNeo GT menjadi salah satu kacamata pintar paling kompetitif di kelas harganya. Bagi yang mencari perangkat lebih modular, Xreal XBX A01+ bisa jadi alternatif karena desainnya yang bisa dikustomisasi.

Terkini