Lampung Perkuat Pengembangan Energi Bersih Lewat Pembangunan PLTS Terapung

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:41:52 WIB
Lampung Perkuat Pengembangan Energi Bersih Lewat Pembangunan PLTS Terapung

JAKARTA - Pemerintah Provinsi Lampung menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat kemandirian energi daerah. 

Salah satu upaya yang dilakukan adalah pengembangan pembangkit listrik tenaga surya terapung di sejumlah bendungan. Kebijakan ini diarahkan untuk memperbesar porsi energi terbarukan di Lampung.

Pemerintah daerah menilai kemandirian energi menjadi bagian penting dari arah pembangunan nasional. Daerah didorong untuk memanfaatkan potensi energi terbarukan yang dimiliki. Langkah tersebut sejalan dengan target pemenuhan kebutuhan energi yang berkelanjutan.

Pengembangan PLTS terapung dipilih karena dinilai ramah lingkungan dan efisien. Pemanfaatan permukaan air bendungan memungkinkan produksi listrik tanpa membuka lahan baru. Upaya ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan energi daerah.

Kondisi Kebutuhan Listrik Lampung Saat Ini

Kebutuhan tenaga listrik di Provinsi Lampung saat ini mencapai sekitar 1.300 megawatt. Dari jumlah tersebut, sekitar 1.000 megawatt dipasok dari pembangkit yang berada di wilayah Lampung. Sisanya, sekitar 300 megawatt, berasal dari pasokan pembangkit di Sumatera Selatan.

Pertumbuhan aktivitas ekonomi turut mendorong peningkatan kebutuhan energi listrik. Kondisi ini menuntut pemerintah daerah mencari sumber pasokan baru. Energi ramah lingkungan menjadi pilihan utama untuk menjawab tantangan tersebut.

Pemanfaatan energi surya dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Dengan kondisi geografis yang mendukung, Lampung memiliki peluang meningkatkan produksi listrik bersih. PLTS terapung menjadi salah satu solusi jangka panjang.

Pemanfaatan Bendungan untuk PLTS Terapung

Pemerintah Provinsi Lampung telah melakukan pemetaan potensi energi terbarukan. Salah satu fokus utama adalah pemanfaatan tenaga surya melalui PLTS terapung. Bendungan yang ada dinilai sangat potensial untuk pengembangan teknologi tersebut.

Sejumlah bendungan direncanakan menjadi lokasi PLTS terapung. Bendungan Batutegi, Way Sekampung, dan Margatiga termasuk dalam rencana pengembangan. Sekitar 20 persen dari luas bendungan akan dimanfaatkan untuk panel surya.

Pemanfaatan bendungan dinilai memberikan manfaat ganda. Selain menghasilkan listrik, pemasangan panel surya dapat mengurangi penguapan air. Hal ini memberikan nilai tambah bagi pengelolaan sumber daya air daerah.

Dukungan Investasi dan Capaian Energi Terbarukan

Pengembangan PLTS terapung melibatkan kerja sama berbagai pihak. Investor, kementerian terkait, dan PLN terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan. Kolaborasi ini diharapkan mempercepat realisasi proyek energi terbarukan.

Provinsi Lampung saat ini telah melampaui target nasional bauran energi terbarukan. Target nasional ditetapkan sebesar 23 persen. Lampung telah mencapai sekitar 30 persen bauran energi terbarukan.

Capaian tersebut menjadi modal penting untuk pengembangan energi bersih ke depan. Pemerintah daerah berkomitmen mempertahankan dan meningkatkan capaian tersebut. Pengembangan PLTS terapung menjadi salah satu pilar utama strategi ini.

Potensi Besar Energi Surya di Lampung

Lampung memiliki potensi energi surya yang cukup besar. Beberapa wilayah seperti Lampung Barat, Way Kanan, Tanggamus, Lampung Utara, Lampung Tengah, dan Pesawaran memiliki potensi tinggi. Potensi tenaga surya di daerah tersebut mencapai 135 watt per meter persegi atau sekitar 112.000 gWp.

Selain itu, peluang PLTS terapung juga terbuka di bendungan besar lainnya. Bendungan Way Sekampung, Margatiga, dan Batutegi memiliki luasan yang mendukung. Pemanfaatan permukaan air dinilai sangat efektif untuk pembangkit listrik.

Potensi kapasitas listrik dari bendungan di Lampung sangat signifikan. Bendungan Batutegi memiliki potensi sekitar 420 megawatt. Bendungan Way Jepara, Way Rarem, Way Sekampung, dan Margatiga juga menyimpan potensi besar untuk mendukung target produksi energi terbarukan hingga 2.000 megawatt.

Terkini