Sambutan Hangat Kader Gerindra untuk Prabowo di Kertanegara Saat Perayaan

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:42:57 WIB
Sambutan Hangat Kader Gerindra untuk Prabowo di Kertanegara Saat Perayaan

JAKARTA - Kepulangan Presiden RI Prabowo Subianto ke kediaman pribadinya di Jalan Kertanegara Nomor 4, Jakarta, menghadirkan suasana berbeda yang sarat nuansa kebersamaan. 

Momen tersebut tidak sekadar menjadi rutinitas aktivitas kepala negara, tetapi berubah menjadi peristiwa emosional ketika barisan kader Partai Gerindra menyambutnya dengan yel-yel penuh semangat.

 Sambutan itu sekaligus menandai rangkaian perayaan internal Hari Ulang Tahun ke-18 Partai Gerindra yang digelar secara terbatas dan sederhana.

Suasana Penyambutan Di Kediaman Pribadi

Presiden Prabowo Subianto tiba menggunakan mobil maung putih berpelat RI 1 dari arah Jalan Pattimura sebelum memasuki gerbang rumahnya. Di sisi gerbang, para kader Gerindra telah berdiri rapi mengenakan kemeja putih dan celana krem. Mereka menyanyikan yel-yel sambil mengepalkan tangan ke atas sebagai bentuk penghormatan dan dukungan.

Mobil yang ditumpangi Prabowo sempat berhenti sesaat di depan barisan kader sebelum akhirnya bergerak masuk menuju halaman parkir. Kehadiran para kader tersebut merupakan bagian dari perayaan internal HUT ke-18 Gerindra yang dipusatkan di kediaman pribadi presiden. 

Momentum penyambutan itu mencerminkan ikatan emosional antara pimpinan partai dan para kader yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan politik Gerindra.

Kehadiran Elite Partai Dan Pejabat Negara

Selain kader, sejumlah elite partai dan pejabat eksekutif juga terlihat menghadiri acara di Kertanegara. Di antaranya Wakil Ketua DPR RI yang juga Ketua Harian Gerindra Sufmi Dasco Ahmad serta Menteri Luar Negeri yang menjabat Sekretaris Jenderal Gerindra, Sugiono. 

Hadir pula Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Tertinggal Ahmad Riza Patria, serta Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo.

Tokoh lain yang tampak datang yaitu Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, hingga Asisten Khusus Presiden bidang Komunikasi Analisis Kebijakan Dirgayuza Setiawan. Kehadiran para pejabat tersebut memperlihatkan soliditas internal sekaligus dukungan politik terhadap kepemimpinan Prabowo di tingkat pemerintahan maupun partai.

Pertemuan yang berlangsung di ruang privat ini menegaskan bahwa peringatan hari jadi partai tidak selalu diwujudkan melalui seremoni besar. Sebaliknya, kebersamaan sederhana justru menjadi simbol kekompakan dan kesinambungan perjuangan politik.

Perayaan Sederhana Sebagai Bentuk Empati

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Sugiono menjelaskan bahwa perayaan HUT ke-18 sengaja dibuat sederhana. Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk penghormatan kepada masyarakat di sejumlah daerah yang tengah terdampak bencana. 

“Secara sederhana situasi juga, kita belum sepenuhnya... masih ada beberapa rekan-rekan kita, saudara-saudara kita di beberapa tempat yang masih ditimpa bencana, masih berduka, recovery dari bencana, kita bikin acara yang sederhana dan simpel,” kata Sugiono di depan kediaman Prabowo.

Pilihan untuk menahan kemeriahan menunjukkan sensitivitas sosial partai terhadap kondisi nasional. Dalam konteks politik, langkah tersebut juga memperlihatkan upaya menjaga empati publik di tengah situasi duka yang masih dirasakan sebagian masyarakat.

Kesederhanaan perayaan sekaligus menegaskan bahwa makna hari jadi partai tidak terletak pada skala acara, melainkan pada refleksi perjuangan dan tanggung jawab terhadap rakyat.

Arahan Kegiatan Sosial Bagi Kader Daerah

Lebih lanjut, Sugiono menyampaikan bahwa Dewan Pimpinan Pusat Gerindra telah menginstruksikan seluruh kader di daerah untuk mengisi peringatan HUT partai dengan kegiatan sosial. 

“Arahannya kemarin saya sampaikan untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang sifatnya sosial, ya. Tapi nanti mungkin ada arahan lebih lanjut apa yang harus dilakukan,” pungkas dia.

Instruksi tersebut mengarahkan energi kader dari seremoni menuju pengabdian langsung kepada masyarakat. Kegiatan sosial di berbagai daerah diharapkan menjadi wujud nyata keberadaan partai di tengah kehidupan rakyat sekaligus memperkuat hubungan emosional antara kader dan warga.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa momentum politik dapat diubah menjadi gerakan sosial yang memberi manfaat konkret. Dengan demikian, perayaan ulang tahun partai tidak berhenti sebagai agenda internal, tetapi berkembang menjadi ruang kontribusi bagi masyarakat luas.

Secara keseluruhan, penyambutan Prabowo di Kertanegara menggambarkan perpaduan antara loyalitas kader, soliditas elite, serta kepekaan sosial partai terhadap kondisi bangsa. 

Yel-yel yang menggema di gerbang rumah pribadi presiden bukan hanya simbol dukungan politik, tetapi juga penanda perjalanan panjang Gerindra hingga memasuki usia ke-18. 

Di tengah kesederhanaan perayaan, tersimpan pesan tentang kebersamaan, empati, dan komitmen melanjutkan pengabdian kepada rakyat Indonesia.

Terkini