Telur dan Jerawat Fakta Medis Sensitivitas Kulit Individual

Selasa, 10 Februari 2026 | 11:08:57 WIB
Telur dan Jerawat Fakta Medis Sensitivitas Kulit Individual

JAKARTA - Jerawat sering kali menjadi persoalan kulit yang memicu rasa tidak percaya diri. Tak sedikit orang berusaha menelusuri penyebabnya, mulai dari produk perawatan hingga makanan yang dikonsumsi sehari-hari.

 Salah satu bahan pangan yang kerap dituding sebagai pemicu jerawat adalah telur. Ada yang merasa kulitnya baik-baik saja setelah makan telur, namun ada pula yang mengaku jerawat justru meradang.

Perdebatan soal telur dan jerawat bukan hal baru. Telur dikenal sebagai sumber protein berkualitas tinggi yang mengandung berbagai vitamin dan mineral penting bagi tubuh. 

Di sisi lain, muncul keluhan dari sebagian orang yang merasa kondisi kulitnya memburuk setelah rutin mengonsumsi telur. Dari sinilah muncul pertanyaan: apakah telur benar-benar bisa menyebabkan jerawat, atau hanya mitos yang kebetulan dialami sebagian orang?

Dalam dunia dermatologi, hubungan antara telur dan jerawat masih menjadi topik yang terus dikaji. Para ahli menilai bahwa jawabannya tidak bisa disamaratakan, karena reaksi tubuh terhadap makanan sangat bergantung pada kondisi masing-masing individu.

Perdebatan Telur dan Jerawat di Dunia Medis

Hingga kini, telur bukan termasuk makanan yang paling sering diteliti sebagai pemicu jerawat. Berbeda dengan produk susu dan makanan tinggi gula, bukti ilmiah yang secara langsung mengaitkan konsumsi telur dengan munculnya jerawat masih terbatas. Karena itu, telur tidak langsung masuk dalam daftar makanan yang harus dihindari oleh penderita jerawat.

Pedoman penanganan jerawat dari American Academy of Dermatology tahun 2024 bahkan menyimpulkan bahwa bukti ilmiah yang tersedia belum cukup kuat untuk merekomendasikan perubahan pola makan tertentu, termasuk anjuran menghindari telur. Artinya, bagi kebanyakan orang, konsumsi telur tidak terbukti secara langsung memicu jerawat.

Hal serupa juga terlihat dalam tinjauan sistematis tahun 2022 yang membahas hubungan antara pola makan dan jerawat. Penelitian tersebut lebih banyak menyoroti produk susu serta makanan dengan indeks glikemik tinggi sebagai faktor yang berhubungan kuat dengan jerawat. Telur tidak disebut sebagai faktor diet utama yang berkontribusi terhadap masalah kulit ini.

Namun, gambaran tersebut tidak sepenuhnya menutup kemungkinan adanya hubungan antara telur dan jerawat pada kelompok tertentu. Di sinilah peran faktor individual mulai menjadi perhatian para peneliti.

Temuan Penelitian pada Kelompok Sensitif

Ketika penelitian mulai menyoroti kelompok dengan kondisi khusus, hasilnya menjadi lebih beragam. Sebuah studi tahun 2023 terhadap 57 pasien dengan jerawat sedang menemukan bahwa telur ayam utuh merupakan salah satu alergen makanan yang paling sering terdeteksi pada kelompok tersebut.

Menariknya, sekitar 72 persen pasien yang menghindari makanan pemicu alergi, termasuk telur, mengalami perbaikan kondisi jerawat. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa telur memang bisa memicu jerawat, tetapi hanya pada orang yang memiliki sensitivitas atau alergi terhadapnya.

Dengan kata lain, telur bukan penyebab jerawat bagi semua orang. Masalahnya terletak pada bagaimana tubuh seseorang merespons protein tertentu dalam telur. Pada individu yang tidak memiliki sensitivitas, telur dapat dikonsumsi tanpa berdampak pada kondisi kulit.

Mekanisme Reaksi Tubuh terhadap Telur

Pada orang yang sensitif terhadap telur, pemicu jerawat bukan berasal dari kandungan telur yang bersifat merugikan, melainkan dari reaksi sistem imun. Ketika tubuh menganggap protein dalam telur sebagai ancaman, reaksi peradangan dapat terjadi.

Peradangan ini tidak hanya terbatas pada saluran pencernaan, tetapi juga bisa berdampak secara sistemik, termasuk pada kulit. Pada kulit yang sudah rentan berjerawat, peradangan tambahan dapat memperparah sumbatan pori serta respons inflamasi di folikel rambut, sehingga jerawat lebih mudah muncul atau memburuk.

Telur juga mengandung biotin, salah satu vitamin B yang berperan penting dalam kesehatan kulit, rambut, dan kuku. Dua butir telur mengandung sekitar 20 mikrogram biotin, hampir dua pertiga dari kebutuhan harian. Biotin dari makanan umumnya aman dan tidak diketahui menyebabkan jerawat.

Ada pula anggapan bahwa telur mengandung hormon yang dapat memengaruhi jerawat. Namun, kandungan hormon dalam telur tergolong sangat kecil. Berbeda dengan produk susu yang mengandung hormon tertentu dan dapat memengaruhi produksi minyak di kulit, telur tidak menunjukkan efek hormonal signifikan pada konsumsi sehari-hari.

American Academy of Dermatology menyarankan masyarakat untuk memperhatikan pola pribadi masing-masing. Jika seseorang merasa jerawat selalu muncul setelah mengonsumsi telur, ada kemungkinan terdapat sensitivitas yang perlu dievaluasi lebih lanjut.

Cara Mengetahui Telur Pemicu Jerawat Personal

Bagi kamu yang mencurigai telur sebagai pemicu jerawat, salah satu langkah paling sederhana adalah melakukan diet eliminasi. Caranya dengan menghilangkan seluruh sumber telur dari menu harian selama dua hingga empat minggu, termasuk telur yang tersembunyi dalam makanan olahan atau kue.

Selama periode tersebut, penting untuk mempertahankan rutinitas perawatan kulit yang sama agar hasilnya lebih objektif. Catat setiap perubahan yang terjadi pada kulit, dan bila perlu, ambil foto secara berkala untuk memantau perkembangan.

Setelah masa eliminasi selesai, telur bisa dikonsumsi kembali. Perhatikan kondisi kulit selama sekitar sepuluh hingga empat belas hari berikutnya. Jika jerawat kembali memburuk, besar kemungkinan telur merupakan pemicu personal.

Untuk hasil yang lebih akurat, berkonsultasi dengan dokter kulit atau ahli alergi juga sangat disarankan. Tes alergi dapat membantu mengidentifikasi sensitivitas makanan tertentu yang mungkin berkontribusi terhadap jerawat, terutama jika ada lebih dari satu jenis makanan yang dicurigai sebagai pemicu.

Pada akhirnya, banyak orang mengonsumsi telur setiap hari tanpa mengalami masalah kulit apa pun. Karena itu, pendekatan personal dinilai lebih masuk akal dibandingkan menyamaratakan telur sebagai penyebab jerawat bagi semua orang.

Terkini