PTPN IV Siapkan Lahan Hilirisasi Ayam Perkuat Program MBG

Selasa, 10 Februari 2026 | 11:51:40 WIB
PTPN IV Siapkan Lahan Hilirisasi Ayam Perkuat Program MBG

JAKARTA - Penguatan swasembada pangan nasional kini tidak hanya berfokus pada komoditas pertanian, tetapi juga protein hewani sebagai penopang utama program sosial pemerintah. 

Salah satu langkah konkret dilakukan melalui pengembangan hilirisasi ayam terintegrasi yang dirancang dari hulu hingga hilir. 

Dalam skema ini, keterlibatan BUMN menjadi kunci penting untuk memastikan keberlanjutan pasokan, stabilitas harga, serta dampak ekonomi yang merata bagi masyarakat.

Peran Strategis PTPN IV Dalam Hilirisasi Ayam Terintegrasi

PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo menyiapkan lahan poultry di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, guna mendukung hilirisasi ayam terintegrasi. Langkah tersebut ditujukan untuk memperkuat Program Makan Bergizi Gratis sekaligus mendorong ekonomi kerakyatan di daerah.

“PTPN IV PalmCo mengambil peran vital dalam groundbreaking proyek hilirisasi ayam terintegrasi yang dilaksanakan di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur beberapa waktu lalu,” kata Direktur Strategy & Sustainability PTPN IV PalmCo, Ugun Untaryo.

Proyek ini berada dalam kerangka investasi strategis nasional di bawah payung Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara. Total nilai investasi yang ditargetkan mencapai 7 miliar dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp117 triliun. 

Dalam konteks tersebut, PTPN IV menegaskan posisinya sebagai penyedia aset lahan yang siap guna, tanpa terlibat dalam pembiayaan investasi.

Ugun menjelaskan bahwa keterlibatan perusahaan difokuskan pada penyediaan lahan perkebunan strategis yang dikonversi menjadi kawasan peternakan modern terintegrasi. Sementara itu, pendanaan proyek sepenuhnya bersumber dari ekosistem investasi yang dikoordinasikan oleh Danantara.

Kolaborasi Investasi Dan Model Kemitraan

Menurut Ugun, pemerintah melalui Danantara memberikan dukungan penuh dari sisi pendanaan dengan skema investasi strategis yang melibatkan BUMN Pangan. 

Dalam model kemitraan yang diterapkan, PTPN IV berperan sebagai penyedia lahan, sedangkan operasional teknis dan keahlian on-farm dijalankan oleh mitra ahli.

“Posisi PTPN IV di sini adalah menyediakan aset lahan perkebunan kami yang strategis untuk dikonversi menjadi kawasan peternakan modern terintegrasi,” tegas Ugun.

Kolaborasi tersebut melibatkan BUMN pangan seperti ID FOOD melalui PT Berdikari, serta membuka ruang partisipasi koperasi, peternak, dan UMKM lokal. Dengan skema ini, proyek tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga membangun ekosistem usaha yang inklusif dan berkelanjutan.

Pendekatan kemitraan ini diharapkan mampu mempercepat transfer teknologi, meningkatkan kapasitas pelaku usaha lokal, serta memperluas manfaat ekonomi ke masyarakat sekitar. 

Pemerintah memandang sinergi antar-BUMN dan pelaku usaha rakyat sebagai fondasi penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Fasilitas Modern Untuk Perkuat Pasokan Protein

Di lokasi groundbreaking Kabupaten Paser, proyek difokuskan pada pembangunan fasilitas parent stock atau indukan ayam. Fasilitas tersebut terdiri dari 14 kandang modern berteknologi tinggi dengan sistem closed house yang dirancang untuk menampung populasi hingga 140.000 ekor indukan.

“Dari 140.000 ekor Parent Stock ini, target kami adalah memproduksi day old chick atau bibit ayam hingga 10 juta ekor per tahun,” jelas Ugun.

Ia menegaskan bahwa keberadaan fasilitas ini sangat krusial untuk memutus rantai pasok yang selama ini bergantung pada pengiriman dari Pulau Jawa. Dengan produksi bibit ayam di Kalimantan, harga daging ayam di wilayah tersebut diharapkan menjadi lebih kompetitif, sekaligus membantu pengendalian inflasi daerah.

Menurut Ugun, dampak proyek tidak hanya terbatas pada peningkatan produksi, tetapi juga menciptakan efek berganda bagi ekonomi kerakyatan. Ekosistem yang dibangun akan melibatkan koperasi, UMKM, dan peternak rakyat sebagai offtaker maupun mitra dalam rantai pasok pakan dan distribusi.

“Dengan skala produksi 10 juta ekor per tahun, ini akan menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah besar dan menggerakkan ekonomi UMKM di sekitar Paser,” imbuhnya.

Dukungan Daerah Dan Penguatan Program MBG

Sekretaris Daerah Kabupaten Paser, Katsul Wijaya, mengapresiasi penetapan wilayahnya sebagai salah satu titik sentra produksi nasional. Ia menilai kesiapan lahan yang dimiliki PTPN IV menjadi faktor penentu utama kepercayaan pemerintah pusat dalam pengembangan proyek strategis tersebut.

“Kami menyambut baik karena ini akan memperkuat ketersediaan telur dan daging untuk penanganan stunting, serta menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat,” kata Katsul.

Secara nasional, pemerintah telah memulai langkah strategis untuk memperkuat fondasi swasembada protein melalui pengembangan hilirisasi ayam terintegrasi dari hulu hingga hilir. 

Pada tahap awal, pengembangan dilakukan di enam lokasi, yaitu Malang di Jawa Timur, Bone di Sulawesi Selatan, Gorontalo Utara, Sumbawa di Nusa Tenggara Barat, Lampung Selatan, serta Paser di Kalimantan Timur.

Program ini diluncurkan sebagai upaya nyata mendukung Program Makan Bergizi Gratis dan menekan ketergantungan impor Parent Stock bagi koperasi, peternak, dan UMKM. 

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, menegaskan bahwa inisiatif tersebut bukan sekadar pembangunan infrastruktur fisik.

“Langkah ini sangat krusial untuk mencegah kerugian ekonomi serta menjaga pasokan pangan asal ternak tetap aman dan stabil bagi masyarakat, sekaligus mendukung penuh kesuksesan program Makan Bergizi Gratis,” kata Agung.

Terkini