Fakta dan Mitos Makan Kangkung Bisa Membuat Tubuh Mengantuk

Selasa, 10 Februari 2026 | 14:08:00 WIB
Fakta dan Mitos Makan Kangkung Bisa Membuat Tubuh Mengantuk

JAKARTA - Kangkung menjadi sayuran yang populer di meja makan masyarakat Indonesia. 

Selain mudah diolah dan harganya terjangkau, kangkung juga kerap hadir dalam hidangan rumahan maupun warung makan. Sayuran hijau ini memiliki kandungan gizi lengkap, mulai dari serat, zat besi, kalsium, fosfor, protein, hingga vitamin A dan C.

Kandungan antioksidan dalam kangkung berperan penting melawan radikal bebas. Konsumsi kangkung dalam jumlah yang tepat mendukung kesehatan mata, melindungi fungsi hati, melancarkan pencernaan, serta meningkatkan daya tahan tubuh. Selain itu, kangkung dapat membantu mengontrol gula darah dan menurunkan tekanan darah tinggi.

Popularitas kangkung tidak lepas dari rasa dan teksturnya yang segar. Banyak orang menjadikan sayuran ini lauk pendamping favorit. Namun, ada anggapan bahwa makan kangkung bisa menyebabkan rasa kantuk setelah makan.

Apakah Kangkung Memang Bikin Ngantuk?

Anggapan bahwa kangkung menyebabkan kantuk masih banyak dipercaya oleh masyarakat. Pertanyaannya, apakah klaim tersebut fakta atau sekadar mitos? Rasa ngantuk yang muncul setelah makan kangkung sebenarnya berkaitan dengan efek menenangkan atau sedatif ringan.

Efek sedatif adalah kondisi ketika sistem saraf pusat mengalami penekanan ringan sehingga respons terhadap rangsangan luar menurun. Tubuh menjadi lebih rileks dan kegelisahan berkurang. Hal inilah yang sering disalahartikan sebagai rasa kantuk setelah mengonsumsi kangkung.

Senayawa alami dalam kangkung, seperti alkaloid, flavonoid, dan steroid, berperan menciptakan sensasi rileks. Jika dikonsumsi secara wajar, efek ini justru bermanfaat bagi orang yang mengalami gangguan tidur ringan atau kecemasan berlebih. Jadi, rasa kantuk bukan semata-mata efek negatif dari sayuran ini.

Faktor Lain yang Mempengaruhi Rasa Kantuk

Rasa ngantuk setelah makan tidak selalu berasal dari kangkung. Makanan pendamping juga berpengaruh, terutama jika mengandung karbohidrat sederhana atau indeks glikemik tinggi. Konsumsi berlebihan makanan jenis ini dapat memicu lonjakan gula darah dan rasa lemas.

Gaya hidup sehari-hari turut memengaruhi rasa kantuk. Kebiasaan tidur kurang, makan berlebihan, dan minim aktivitas fisik membuat tubuh lebih mudah mengantuk. Oleh karena itu, rasa ngantuk setelah makan lebih terkait dengan pola makan secara keseluruhan daripada karena kangkung itu sendiri.

Jika rasa kantuk muncul secara berulang setelah makan, hal ini perlu diwaspadai. Bisa jadi merupakan tanda adanya gangguan kesehatan tertentu, seperti diabetes, anemia, atau hipotiroidisme. Memahami faktor penyebabnya membantu mengambil langkah pencegahan yang tepat dan menjaga kesehatan tubuh.

Tips Mengurangi Rasa Ngantuk Setelah Makan

Untuk mengurangi rasa kantuk setelah makan, konsumsi makanan sehat dengan porsi seimbang sangat dianjurkan. Batasi asupan gula, karbohidrat sederhana, gorengan, dan makanan tinggi lemak. Pilihan porsi yang tepat membantu tubuh tetap bertenaga dan fokus setelah makan.

Pola tidur cukup dan aktivitas fisik rutin juga penting untuk menjaga energi. Tubuh yang cukup istirahat dan aktif bergerak akan lebih tahan terhadap rasa kantuk setelah makan. Kombinasi pola makan sehat, tidur cukup, dan olahraga ringan membantu tubuh tetap prima sepanjang hari.

Dengan menerapkan tips ini, rasa kantuk yang muncul tidak lagi mengganggu aktivitas. Anda tetap bisa menikmati hidangan favorit termasuk kangkung tanpa khawatir mengantuk. Penting untuk memahami bahwa mitos makan kangkung bikin ngantuk tidak sepenuhnya benar.

Kangkung, Aman dan Bermanfaat untuk Tubuh

Anggapan bahwa makan kangkung bikin ngantuk sejatinya hanyalah mitos. Sensasi kantuk lebih disebabkan efek rileks alami yang dihasilkan senyawa dalam kangkung. Dengan konsumsi wajar dan pola makan seimbang, sayuran ini justru memberi manfaat kesehatan yang beragam.

Kangkung mendukung tubuh tetap sehat, memperlancar pencernaan, dan menjaga energi. Efek menenangkan dapat membantu orang yang mengalami gangguan tidur ringan atau stres ringan. Sehingga, sayuran ini aman dikonsumsi kapan saja tanpa perlu takut mengantuk.

Memahami fakta di balik mitos membantu masyarakat menikmati kangkung dengan lebih bijak. Rasa kantuk yang muncul lebih terkait pola makan dan gaya hidup daripada kandungan sayuran itu sendiri. Dengan informasi ini, kangkung bisa tetap menjadi menu favorit yang sehat dan lezat di meja makan keluarga.

Terkini