Perusahaan Didorong Berperan Aktif Tingkatkan Upskilling Pekerja Indonesia

Selasa, 10 Maret 2026 | 15:41:44 WIB
Perusahaan Didorong Berperan Aktif Tingkatkan Upskilling Pekerja Indonesia

JAKARTA - Perubahan dunia kerja yang semakin cepat menuntut setiap pihak untuk beradaptasi. Tidak hanya pekerja yang dituntut untuk terus meningkatkan keterampilan, perusahaan juga memiliki tanggung jawab menciptakan ruang bagi pengembangan sumber daya manusia.

 Hal inilah yang menjadi perhatian Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, yang menilai perusahaan seharusnya tidak hanya menyediakan pekerjaan, tetapi juga memberi kesempatan bagi pekerja untuk terus berkembang melalui peningkatan keterampilan atau upskilling.

Dalam pandangannya, hubungan antara perusahaan dan pekerja tidak sekadar soal pekerjaan dan upah. Lebih dari itu, hubungan industrial yang sehat harus memberikan ruang bagi pekerja untuk belajar, memperluas kemampuan, serta mempersiapkan diri menghadapi dinamika dunia kerja yang terus berubah.

Menurut Menaker, pekerja tidak seharusnya berada dalam posisi yang sama selama bertahun-tahun tanpa kesempatan untuk berkembang. Dunia kerja yang dinamis membutuhkan tenaga kerja yang terus meningkatkan kompetensi agar mampu menghadapi perubahan yang semakin cepat.

“Siapa pun punya potensi untuk berkembang. Tugas kita adalah membantu menemukan dan mengoptimalkan potensi itu,” katanya.

Perusahaan Didorong Mendukung Pengembangan Pekerja

Menaker menekankan bahwa pengembangan pekerja merupakan bagian penting dalam menciptakan hubungan industrial yang sehat, manusiawi, dan berkelanjutan. Dalam ekosistem kerja yang ideal, perusahaan tidak hanya berfokus pada produktivitas semata, tetapi juga memperhatikan pertumbuhan pekerja.

Dengan memberikan ruang bagi pekerja untuk belajar dan berkembang, perusahaan sebenarnya sedang membangun fondasi jangka panjang yang kuat. Pekerja yang memiliki kesempatan meningkatkan keterampilan akan lebih siap menghadapi perubahan dan memberikan kontribusi lebih besar bagi perusahaan.

Menurut Menaker, membantu pekerja berkembang tidak semata-mata merupakan bentuk kepedulian sosial perusahaan, tetapi juga merupakan strategi bisnis yang cerdas. Perusahaan yang berinvestasi pada peningkatan kompetensi pekerja berpotensi memiliki daya saing yang lebih baik dalam jangka panjang.

“Ini harus kita pahami sebagai sebuah strategi. Ketika kita memampukan pekerja, ketika kita memberdayakan mereka, maka itu akan memberikan long-term effect bagi perusahaan dalam jangka panjang,” katanya.

Pekerja Yang Tumbuh Akan Memperkuat Perusahaan

Menaker menjelaskan bahwa pekerja yang merasa didukung oleh perusahaan tidak hanya menjalankan tugas sebagai kewajiban semata. Mereka cenderung memiliki rasa memiliki yang lebih besar terhadap perusahaan tempat mereka bekerja.

Perasaan dihargai dan diberi kesempatan berkembang akan mendorong pekerja untuk memberikan kontribusi yang lebih maksimal. Dalam situasi tersebut, keterlibatan pekerja atau engagement akan meningkat sehingga produktivitas juga ikut terdorong.

Karena itu, perusahaan perlu menciptakan lingkungan kerja yang membuat pekerja merasa bahwa perannya memiliki makna. Lingkungan kerja yang positif akan membantu pekerja membangun motivasi serta semangat untuk berkembang.

“Memberdayakan pekerja itu artinya membuat pekerjaan mereka menjadi meaningful. Mereka memiliki engagement, mereka memiliki semangat yang bahkan bisa melampaui sekadar menjalankan tugas mereka,” kata Yassierli.

Dalam konteks ini, pemberdayaan pekerja menjadi faktor penting untuk menciptakan hubungan kerja yang lebih harmonis dan produktif. Ketika pekerja merasa dihargai, mereka akan lebih berkomitmen dalam menjalankan tanggung jawabnya.

Nilai Kebersamaan Dalam Hubungan Industrial

Selain peningkatan keterampilan, Menaker juga menilai pentingnya menjaga nilai-nilai sosial dalam hubungan antara pekerja dan perusahaan. Nilai-nilai seperti gotong royong, kekeluargaan, serta musyawarah dinilai masih sangat relevan dalam membangun hubungan industrial yang sehat.

Menurutnya, nilai-nilai tersebut merupakan kekuatan sosial yang dapat menjadi modal penting bagi Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan di dunia kerja. Dengan menjaga semangat kebersamaan, hubungan antara pekerja dan perusahaan dapat berjalan lebih harmonis.

Hubungan industrial yang dilandasi oleh semangat saling menghargai akan membantu menciptakan lingkungan kerja yang kondusif. Dalam situasi seperti ini, konflik dapat diminimalkan dan kolaborasi dapat ditingkatkan.

Menaker menilai bahwa Indonesia memiliki keunggulan dalam hal nilai sosial yang kuat. Jika nilai tersebut terus dijaga, maka hubungan industrial di masa depan dapat berkembang menjadi lebih kolaboratif dan saling mendukung.

Tantangan Dunia Kerja Dan Pentingnya Adaptasi

Di tengah perubahan dunia kerja yang semakin cepat, Menaker juga mengaku prihatin jika masih ada pekerja yang telah mengabdi selama bertahun-tahun namun tidak mengalami perkembangan dalam kariernya.

Ia menilai situasi tersebut tidak seharusnya dianggap sebagai hal yang biasa. Setiap pekerja memiliki potensi yang perlu dibantu untuk berkembang agar mampu menghadapi perubahan yang terjadi.

Karena itu, perusahaan diharapkan tidak hanya memberikan pekerjaan, tetapi juga membantu pekerja mengenali potensi terbaik yang dimiliki. Dengan begitu, pekerja dapat meningkatkan keterampilan serta membuka peluang untuk berkembang dalam kariernya.

Langkah tersebut menjadi penting agar pekerja tidak terus berada pada posisi yang sama tanpa kemajuan. Peningkatan keterampilan juga akan membantu pekerja menyesuaikan diri dengan perubahan kebutuhan dunia kerja.

Menaker juga mengingatkan bahwa masa depan dunia kerja akan diwarnai dengan tingkat ketidakpastian yang semakin tinggi. Perubahan teknologi, dinamika ekonomi, serta perkembangan industri akan terus memengaruhi kebutuhan tenaga kerja.

Dalam kondisi seperti itu, kemampuan beradaptasi menjadi kunci utama. Tidak hanya bagi pekerja, tetapi juga bagi perusahaan yang ingin tetap bertahan dan berkembang di tengah perubahan.

Karena itu, peningkatan keterampilan melalui upskilling dan pengembangan kompetensi menjadi langkah penting untuk menghadapi masa depan dunia kerja yang penuh tantangan.

Terkini