Target IHSG 6.800–7.500, Mandiri Sekuritas: Fundamental Pasar Masih Aman

Target IHSG 6.800–7.500, Mandiri Sekuritas: Fundamental Pasar Masih Aman
IHSG diproyeksikan Mandiri Sekuritas mencapai 6.800 hingga 7.500 pada akhir tahun.

LIPUTANEKONOMI.COM — Tekanan jual asing yang terjadi sepanjang paruh pertama tahun memang sempat membuat IHSG terperosok. Namun, Mandiri Sekuritas menilai penurunan tersebut tidak sejalan dengan kondisi keuangan emiten yang justru mencatat pertumbuhan laba dua digit.

Fakta ini menjadi dasar utama riset Mandiri Sekuritas untuk tetap memasang target indeks di level 6.800 pada penutup tahun, atau sekitar 8% lebih tinggi dari level saat ini.

Fundamental Emiten Masih Sehat, Siapa Penopangnya?

Pertumbuhan laba emiten di semester I-2026 tercatat sekitar 12%. Yang menarik, laju pertumbuhan ini tidak lagi bergantung pada sektor perbankan seperti tahun-tahun sebelumnya.

Kontribusi kini berasal dari sektor sumber daya alam, telekomunikasi, otomotif, kesehatan, hingga minyak dan gas bumi. "Kondisi ini menunjukkan ketahanan fundamental industri Indonesia dalam menghadapi tekanan makro," ujar Head of Equity Research Mandiri Sekuritas, Kresna Hutabarat, dalam paparan virtual, Kamis (3/9/2026).

Ia menambahkan, dengan fundamental yang tetap terjaga, penurunan IHSG sepanjang semester I lebih banyak dipicu oleh persoalan arus dana dan sentimen pasar, bukan pelemahan kinerja perusahaan.

Apa yang Berubah di Semester II?

Tanda-tanda perbaikan mulai terlihat. Tekanan jual investor asing menunjukkan gejala mereda—net foreign outflow pada Juli dan Agustus menyusut dibandingkan bulan-bulan sebelumnya, meskipun secara year-to-date dana asing yang keluar masih cukup deras.

Sentimen positif ini ditopang stabilnya nilai tukar rupiah dan arah kebijakan moneter serta fiskal yang dinilai pasar semakin sesuai ekspektasi. Perbaikan juga terpantau dari imbal hasil (yield) obligasi pemerintah tenor 10 tahun yang mulai stabil.

Bagi investor, stabilitas yield ini penting karena menjadi acuan perhitungan risk-free rate—faktor kunci dalam valuasi saham. Jika indikator ini membaik, potensi terjadinya valuation re-rating di bursa saham Indonesia semakin terbuka.

Target 7.500: Skenario Optimistis yang Bisa Terjadi

Proyeksi di level 6.800 merupakan skenario dasar. Mandiri Sekuritas membuka peluang kenaikan lebih agresif jika kondisi eksternal mendukung.

"Secara bull case, jika equity risk premium membaik dan direfleksikan dengan risk-free rate yang lebih rendah lagi, IHSG harusnya bisa menembus 7.500," kata Kresna. Skenario ini mengasumsikan perbaikan persepsi risiko pasar Indonesia terjadi lebih cepat dari perkiraan.

Mandiri Sekuritas juga menyoroti peluang di indeks IDX80 yang diproyeksikan naik 8-10% menuju level 107. Indeks ini dinilai menarik karena pertumbuhan laba per saham (EPS) yang stabil di kisaran 11%.

Sektor Incaran: dari Emas sampai Nikel

Memasuki semester II, Mandiri Sekuritas merekomendasikan sejumlah sektor yang dinilai memiliki prospek menarik. Sektor emas, tembaga dan nikel, minyak dan gas, kesehatan, tembakau, telekomunikasi, serta keuangan menjadi perhatian utama riset tersebut.

Pemilihan sektor ini mempertimbangkan kombinasi antara ketahanan fundamental, prospek harga komoditas, dan daya tahan sektor terhadap perlambatan ekonomi global.

Dengan fundamental emiten yang tetap tumbuh dan tekanan arus dana asing yang mulai mereda, pasar saham Indonesia berada di titik yang lebih seimbang. Meski target 7.500 masih membutuhkan kondisi eksternal yang ideal, arah perbaikan pada paruh kedua tahun ini memberikan ruang bagi investor untuk mulai masuk kembali.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index