BMKG

BMKG Sebut Cuaca Awal Januari Didominasi Hujan di Banyak Wilayah Indonesia

BMKG Sebut Cuaca Awal Januari Didominasi Hujan di Banyak Wilayah Indonesia
BMKG Sebut Cuaca Awal Januari Didominasi Hujan di Banyak Wilayah Indonesia

JAKARTA - Kondisi cuaca di berbagai wilayah Indonesia pada awal Januari masih dipengaruhi hujan dengan intensitas beragam. 

Hujan ringan hingga lebat terjadi secara merata akibat dinamika atmosfer regional yang aktif. Situasi ini membuat masyarakat perlu memperhatikan perkembangan cuaca harian.

Beberapa kota besar diprakirakan mengalami hujan ringan hingga hujan petir. Jakarta diperkirakan diguyur hujan ringan sepanjang hari. Sementara itu, Surabaya berpotensi mengalami hujan disertai petir.

Dominasi hujan menunjukkan masih kuatnya pengaruh sistem cuaca global dan regional. Pola angin dan tekanan udara memicu pembentukan awan hujan. Kondisi tersebut memengaruhi aktivitas masyarakat di berbagai daerah.

Pengaruh Siklon Tropis di Samudera Hindia

Keberadaan Siklon Tropis Iggy terpantau di Samudera Hindia selatan Jawa Barat. Siklon ini memiliki kecepatan angin maksimum sekitar 40 knot dengan tekanan udara minimum 995 hPa. Pergerakannya mengarah ke tenggara dan menjauhi wilayah Indonesia dalam 24 jam ke depan.

Meskipun bergerak menjauh, dampak tidak langsung masih dirasakan. Siklon tersebut membentuk daerah konvergensi dan konfluensi angin. Area tersebut memanjang dari pesisir selatan Jawa Barat hingga Jawa Timur.

Selain itu, sirkulasi siklonik juga terpantau di beberapa wilayah perairan. Sirkulasi ini berpotensi memicu pertumbuhan awan hujan. Kondisi tersebut meningkatkan peluang terjadinya cuaca basah di sejumlah daerah.

Dinamika Atmosfer dan Potensi Cuaca Ekstrem

Kombinasi berbagai sistem atmosfer meningkatkan risiko hujan lebat. Daerah dengan topografi rendah dan aliran sungai padat perlu lebih waspada. Hujan dengan durasi panjang dapat memicu banjir dan genangan air.

Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara menjadi area yang perlu perhatian khusus. Potensi hujan lebat di wilayah tersebut cukup tinggi. Dampaknya dapat mengganggu aktivitas dan mobilitas masyarakat.

Masyarakat diimbau tetap siaga terhadap perubahan cuaca. Langkah antisipasi perlu dilakukan sejak dini. Kewaspadaan menjadi kunci mengurangi risiko dampak cuaca ekstrem.

Prakiraan Cuaca Wilayah Indonesia Barat

Wilayah Indonesia bagian barat diprakirakan mengalami variasi cuaca. Hujan petir berpotensi terjadi di Surabaya dan Tanjung Selor. Kondisi ini dapat disertai angin kencang dan kilatan petir.

Hujan dengan intensitas sedang diprakirakan terjadi di Pangkal Pinang, Bandung, dan Banjarmasin. Wilayah tersebut berpotensi mengalami hujan dalam durasi cukup lama. Aktivitas luar ruangan perlu disesuaikan dengan kondisi cuaca.

Sebagian besar wilayah Sumatera, Jakarta, Semarang, Yogyakarta, Palangkaraya, dan Samarinda diprakirakan mengalami hujan ringan. Aceh, Tanjung Pinang, Serang, dan Pontianak diperkirakan berawan hingga berawan tebal. Kondisi ini relatif stabil namun tetap perlu diantisipasi.

Prakiraan Cuaca Wilayah Indonesia Timur

Wilayah Indonesia bagian timur juga dipengaruhi pola cuaca basah. Hujan petir diprakirakan terjadi di Palu. Kondisi ini dapat disertai intensitas hujan tinggi dalam waktu singkat.

Hujan sedang diperkirakan melanda Mamuju, Jayawijaya, dan Merauke. Wilayah pegunungan berpotensi mengalami peningkatan debit air. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi longsor.

Sebagian besar Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, dan Papua diprakirakan mengalami hujan ringan. Denpasar, Mataram, dan Kupang diperkirakan berawan hingga berawan tebal. Cuaca ini memungkinkan aktivitas tetap berjalan dengan kewaspadaan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index