JAKARTA - Di tengah dinamika musim hujan awal tahun, masyarakat Indonesia kembali diingatkan untuk lebih waspada terhadap perubahan cuaca harian.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah Tanah Air akan diguyur hujan dengan intensitas ringan pada Selasa, 6 Januari 2026.
Informasi ini penting bukan hanya untuk perencanaan aktivitas harian, tetapi juga sebagai bentuk kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang bisa muncul secara tiba-tiba di beberapa wilayah.
Prakiraan ini menunjukkan bahwa kondisi atmosfer masih cukup aktif di sejumlah daerah. Meski didominasi hujan ringan, beberapa wilayah tetap berpotensi mengalami hujan lebih intens, bahkan disertai petir. Karena itu, masyarakat diminta memperhatikan pembaruan informasi cuaca agar dapat menyesuaikan kegiatan di luar ruangan dan mengurangi risiko yang tidak diinginkan.
Cuaca Hujan Ringan Mendominasi Banyak Kota
BMKG mencatat sejumlah kota berpotensi mengalami hujan intensitas ringan. Kota Ambon, Banda Aceh, Bandar Lampung, dan Bandung termasuk daerah yang diperkirakan akan diguyur hujan. Kondisi serupa juga berlaku untuk Denpasar, Gorontalo, Makassar, Manado, Medan, Palangka Raya, dan Pangkal Pinang.
Selain itu, hujan ringan juga berpotensi terjadi di Samarinda, Semarang, Serang, Sofifi, Sorong, Surabaya, hingga Tanjung Pinang. Hujan tipe ini umumnya tidak berlangsung lama, tetapi dapat memengaruhi jarak pandang dan aktivitas transportasi. Karena itu, masyarakat tetap diimbau membawa perlengkapan pelindung seperti jas hujan atau payung, khususnya bagi pengguna kendaraan roda dua.
Wilayah yang Berpotensi Hujan Lebih Intens
Di samping dominasi hujan ringan, BMKG juga mencatat adanya wilayah dengan potensi hujan lebih tinggi. Kota Kendari diprakirakan mengalami hujan dengan intensitas sedang. Kondisi ini biasanya terjadi lebih lama dan dapat menimbulkan genangan jika sistem drainase tidak memadai.
Masyarakat juga perlu memberi perhatian khusus pada daerah yang berpotensi mengalami hujan disertai petir. BMKG menyebutkan potensi tersebut terjadi di Banjarbaru, Kupang, Merauke, dan Tanjung Selor. Hujan petir sering disertai angin kencang, sehingga warga sebaiknya menghindari berteduh di bawah pohon, papan reklame, dan area terbuka yang rawan tersambar petir atau roboh akibat angin.
Wilayah Cerah dan Berawan Masih Ada
Meski banyak wilayah berpotensi hujan, tidak semua daerah mengalami kondisi yang sama. Daerah Istimewa Yogyakarta diprakirakan cerah, memberikan peluang aktivitas luar ruangan berjalan lebih nyaman.
Sementara itu, sejumlah kota lain diperkirakan berawan, antara lain Jakarta, Bengkulu, Jambi, Jayapura, Jayawijaya, dan Mamuju. Kondisi berawan sering kali menjadi tanda adanya potensi hujan di kemudian waktu, tetapi pada saat tertentu tetap memungkinkan aktivitas berjalan normal.
Cuaca berawan juga berpotensi terjadi di Manokwari, Mataram, Nabire, Padang, Palembang, Palu, Pekanbaru, dan Pontianak. Meski terlihat tenang, masyarakat tetap disarankan memperhatikan prakiraan terbaru, terutama bagi mereka yang melakukan perjalanan darat, laut, atau udara.
Pentingnya Mengikuti Informasi Prakiraan Cuaca
Dengan kondisi yang beragam di setiap wilayah, prakiraan cuaca harian BMKG menjadi panduan penting bagi masyarakat. Informasi ini membantu sektor transportasi, pertanian, pariwisata, hingga aktivitas rutin rumah tangga dalam mengambil keputusan.
Selain itu, prakiraan hujan ringan sekalipun tetap perlu diperhatikan karena dapat meningkatkan risiko licin di jalan, gangguan penerbangan, hingga potensi pohon tumbang pada wilayah tertentu. Bagi nelayan, informasi cuaca juga menjadi acuan untuk menentukan waktu melaut yang lebih aman.
Melalui penyampaian prakiraan ini, BMKG berharap masyarakat dapat lebih siap menghadapi perubahan cuaca, mengurangi risiko bencana kecil maupun besar, serta menjadikan kewaspadaan sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari.