JAKARTA - Putri Kusuma Wardani membuka langkahnya di Malaysia Open 2026 dengan hasil menggembirakan.
Tunggal putri Indonesia tersebut berhasil memastikan tiket ke babak 16 besar setelah menuntaskan laga pembuka dengan kemenangan meyakinkan. Hasil ini menjadi sinyal positif bagi perjalanan Putri di awal musim kompetisi.
Keberhasilan tersebut diraih Putri usai mengalahkan wakil Jepang, Manami Suizu, dalam dua gim langsung. Skor 21-8 dan 21-16 mencerminkan dominasi Putri dalam mengontrol jalannya pertandingan. Kemenangan ini sekaligus mempertegas kesiapan Putri bersaing di level turnamen besar.
Sejak awal laga, Putri tampil dengan kepercayaan diri yang cukup stabil. Ia mampu membaca permainan lawan dan menyesuaikan strategi dengan cepat. Hal ini membuat Putri dapat menjaga ritme permainan hingga akhir pertandingan.
Jalannya Gim Pertama yang Terkontrol
Pada gim pertama, pertandingan sempat berjalan ketat di awal permainan. Kedua pemain saling berbagi poin hingga kedudukan sama kuat 8-8. Setelah momen tersebut, Putri mampu mencuri dua poin penting sebelum interval.
Memasuki fase setelah jeda, Putri semakin menunjukkan kontrol permainan yang solid. Ia tampil konsisten dalam menyerang maupun bertahan sehingga Manami kesulitan mengembangkan permainan. Keunggulan Putri terus melebar hingga gim pertama ditutup dengan skor telak 21-8.
Dominasi di gim pembuka ini memberikan keuntungan psikologis bagi Putri. Ia terlihat semakin percaya diri dalam mengatur tempo pertandingan. Kondisi tersebut menjadi modal penting untuk menghadapi gim berikutnya.
Dinamika Gim Kedua yang Lebih Menantang
Gim kedua berlangsung dengan tensi yang lebih tinggi dibanding gim pertama. Kedua pemain kembali terlibat adu poin hingga skor imbang 6-6. Pada fase ini, Putri sempat menghadapi tekanan dari permainan reli panjang lawan.
Setelah menemukan kembali ritme permainannya, Putri mulai tampil agresif. Ia memanfaatkan momentum dengan mencetak tujuh poin beruntun yang mengubah arah pertandingan. Keunggulan tersebut membuat Putri semakin leluasa mengendalikan jalannya laga.
Manami sempat memberikan perlawanan di poin-poin akhir. Namun, Putri tetap mampu menjaga fokus hingga pertandingan selesai. Gim kedua pun ditutup dengan skor 21-16 untuk kemenangan Putri.
Evaluasi Putri Usai Mengamankan Kemenangan
Usai pertandingan, Putri Kusuma Wardani mengungkapkan rasa syukurnya atas hasil yang diraih. “Pertama, alhamdulillah bisa menyelesaikan pertandingan dengan baik,” ujar Putri. Ia menilai penampilannya secara keseluruhan cukup memuaskan.
Putri mengakui sempat merasakan ketegangan pada awal laga. “Untuk keseluruhan cukup puas dengan permainannya hanya memang ada agak perasaan sedikit deg-degan karena mungkin pertandingan pertama,” katanya. Meski demikian, ia merasa jeda turnamen sebelumnya tidak terlalu memengaruhi performanya.
“Jeda dari World Tour Finals kemarin tidak terlalu jauh, jadi tidak terlalu sulit untuk kembali menemukan ritme,” lanjut Putri. Pernyataan tersebut menunjukkan kesiapan fisik dan mentalnya menghadapi turnamen. Putri pun merasa adaptasinya berjalan relatif lancar.
Target Konsistensi dan Perbaikan di 2026
Putri juga mengulas pengalamannya menghadapi Manami yang pernah ditemui beberapa tahun lalu. Menurutnya, gaya permainan Manami cenderung mengandalkan reli panjang dan daya tahan. Ia menilai lawannya tersebut memiliki karakter permainan khas tunggal putri Jepang.
“Di gim pertama saya cukup menguasai dan mengontrol dia,” kata Putri. Ia menjelaskan bahwa pada gim kedua, lawan baru mampu mengimbangi setelah memasuki poin-poin krusial. “Di gim kedua, sisi saya jarang out bolanya jadi dia tadi pas 15 poin ke atas baru melakukan banyak rally,” ucapnya.
“Cukup kesulitan juga dan akhirnya dia cukup banyak dapat poin,” tambah Putri. Menatap tahun 2026, Putri berharap dapat menunjukkan peningkatan performa secara konsisten. “Saya pengen bisa lebih improve lagi daripada tahun kemarin dan bermainnya terus lebih pengen konsisten dalam menggunakan strategi,” tutupnya.