TKA

Hasil TKA 2025 Tunjukkan Literasi dan Karakter Murid Menguat

Hasil TKA 2025 Tunjukkan Literasi dan Karakter Murid Menguat
Hasil TKA 2025 Tunjukkan Literasi dan Karakter Murid Menguat

JAKARTA - Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025 tidak hanya berfungsi sebagai alat ukur akademik semata, tetapi juga menjadi potret menyeluruh tentang arah perkembangan kompetensi murid SMA dan SMK di Indonesia. 

Dari jutaan peserta yang terlibat, hasil asesmen ini memberikan gambaran bagaimana kemampuan literasi, karakter sosial, hingga numerasi murid berkembang seiring penerapan kebijakan pendidikan nasional.

Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik) BSKAP Kemendikdasmen memaparkan bahwa secara umum, murid Indonesia menunjukkan penguatan signifikan pada aspek literasi dan nilai sosial. Hal ini terlihat dari capaian pada mata pelajaran berbasis teks dan pemahaman sosial, yang menandakan bahwa pembelajaran tidak hanya berfokus pada hafalan, tetapi juga pemaknaan dan konteks.

Kepala Pusmendik BSKAP Kemendikdasmen, Rahmawati, menyebutkan bahwa data nasional yang dihimpun dari 3.466.018 peserta didik di 43.461 sekolah menunjukkan tren positif dalam pemahaman tekstual, khususnya pada Bahasa Indonesia dan mata pelajaran pilihan yang sarat nilai sosial.

Penguatan Literasi Bahasa dan Pemahaman Tekstual

Dalam pemaparan hasil TKA 2025, Rahmawati menjelaskan bahwa murid menunjukkan kemampuan yang baik dalam memahami teks, baik fiksi maupun nonfiksi. 

Kemampuan ini mencakup penggunaan kosakata, termasuk kata serapan dari bahasa daerah dan asing, serta pemahaman latar, karakter, dan fenomena yang disajikan dalam teks.

“Murid mampu memahami penggunaan kosakata, termasuk kata serapan dari bahasa daerah maupun asing, mengidentifikasi latar, karakter, dan fenomena dalam teks fiksi maupun nonfiksi, serta menyusun kerangka atau bagan berdasarkan struktur teks,” jelas Rahmawati.

Ia menambahkan, murid juga cukup mampu menjelaskan hubungan makna antar kalimat atau paragraf, serta memprediksi lanjutan atau akhir cerita berdasarkan bagian tertentu dalam teks. 

Secara nasional, capaian kompetensi menunjukkan pemahaman tekstual berada pada angka 49,21 persen, pemahaman inferensial sebesar 43,21 persen, serta evaluasi dan apresiasi sebesar 45,32 persen.

Capaian ini menandakan bahwa literasi murid tidak berhenti pada membaca, tetapi juga mencakup kemampuan menalar dan menginterpretasi informasi secara lebih mendalam.

Karakter Sosial Kuat dari Mata Pelajaran Pilihan

Aspek karakter sosial murid juga tercermin kuat dari hasil mata pelajaran pilihan seperti Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Antropologi, dan Geografi. Rahmawati menjelaskan bahwa mata pelajaran PPKn diikuti oleh 1.087.283 peserta dari 30.745 sekolah dengan nilai rata-rata nasional sebesar 60,91.

“Sebanyak 10 persen murid berada pada kategori nilai istimewa, 15 persen kategori baik, 30,9 persen kategori memadai, dan 44,1 persen kategori kurang,” ujarnya.

Capaian serupa juga terlihat pada mata pelajaran Antropologi yang diikuti oleh 24.949 peserta dari 4.175 sekolah, dengan nilai rata-rata nasional sebesar 60,91 dan distribusi kategori nilai yang relatif sebanding. 

Bahkan, pada kelompok mata pelajaran pilihan, nilai rata-rata tertinggi secara nasional tercatat pada Antropologi sebesar 70,43 dan Geografi sebesar 70,36.

Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat capaian tertinggi untuk kedua mata pelajaran tersebut, dengan nilai rata-rata Antropologi sebesar 77,96 dan Geografi sebesar 77,25. “Capaian ini menunjukkan kekuatan murid Indonesia pada aspek karakter sosial dan literasi,” jelas Rahmawati.

Tantangan Numerasi dan Penguatan STEM

Di sisi lain, hasil TKA juga menampilkan tantangan yang masih perlu mendapat perhatian, khususnya pada mata pelajaran Matematika. Dari 3.464.569 peserta di 43.461 sekolah, murid dinilai relatif lebih memahami materi bilangan dibandingkan kompetensi lainnya.

Murid mampu menentukan gabungan atau irisan himpunan bilangan, menyederhanakan bentuk bilangan berpangkat bulat maupun pecahan, serta menerapkan sifat operasi hitung bilangan asli dalam permasalahan matematika yang lebih kompleks. 

Capaian kompetensi pada materi bilangan tercatat sebesar 30,9 persen, aljabar 28,40 persen, serta geometri dan pengukuran sebesar 30,41 persen.

Namun demikian, Rahmawati menegaskan bahwa penguatan masih diperlukan pada materi data dan peluang. Capaian kompetensi dalam menginterpretasi data berbentuk diagram garis serta penerapan konsep peluang kejadian majemuk dalam konteks kehidupan sehari-hari secara nasional masih berada pada angka 25,12 persen.

Kondisi ini menjadi sinyal penting bagi penguatan pembelajaran STEM agar capaian akademik murid dapat berkembang secara lebih seimbang.

Potret Bahasa Inggris dan Akses Informasi Publik

Pada mata pelajaran Bahasa Inggris yang diikuti oleh 3.462.201 peserta dari 43.461 sekolah, murid menunjukkan pemahaman cukup baik pada aspek pemahaman tekstual. Murid mampu memahami informasi eksplisit, mengelompokkan, menyusun ulang, serta menyajikan kembali informasi dari teks.

Capaian pemahaman tekstual tercatat sebesar 32,77 persen dan pemahaman inferensial sebesar 28,53 persen. Meski demikian, tantangan masih terlihat pada aspek evaluasi dan apresiasi. 

Secara nasional, capaian pada aspek ini berada di angka 17,43 persen, yang mencakup kemampuan menilai ide, menanggapi teks secara emosional dan estetis, serta mempertimbangkan dampak penggunaan bahasa.

Rahmawati menegaskan bahwa hasil TKA memberikan gambaran utuh tentang kekuatan dan area penguatan pembelajaran murid Indonesia.

 “Karakter sosial dan literasi murid telah berkembang dengan baik, sementara penguatan pembelajaran STEM khususnya numerasi, pengolahan data, dan pemecahan masalah menjadi langkah lanjutan untuk melengkapi capaian tersebut secara seimbang dan berkelanjutan,” jelasnya.

Sebagai tambahan informasi, hasil TKA juga mencatat nilai rata-rata nasional mata pelajaran wajib. Bahasa Indonesia mencatat angka 55,38, Matematika 36,10, dan Bahasa Inggris 24,93. Untuk mendukung keterbukaan informasi, masyarakat dapat mengakses hasil nilai dan capaian kompetensi murid SMA/SMK sederajat melalui laman resmi https://tka.kemendikdasmen.go.id/hasiltka/.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index