JAKARTA - Kementerian Agama mengimbau umat Islam untuk melaksanakan shalat gerhana saat fenomena gerhana bulan total pada 3 Maret 2026.
Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, menyampaikan bahwa gerhana bulan merupakan tanda kebesaran Allah SWT. “Gerhana bulan adalah tanda kebesaran Allah SWT. Oleh karena itu, kami mengimbau umat Islam di wilayah yang mengalaminya untuk melaksanakan shalat gerhana sebagai bentuk ibadah dan muhasabah diri,” ujar Arsad.
Ia menekankan bahwa pelaksanaan shalat gerhana bukan sekadar ritual, tetapi juga kesempatan untuk introspeksi diri. Umat diajak memperbanyak dzikir, istighfar, dan doa selama momen langka ini. Dengan demikian, ibadah gerhana bulan memiliki makna spiritual yang mendalam bagi setiap Muslim.
Kemenag berharap kegiatan shalat gerhana dapat memperkuat kesadaran keagamaan masyarakat. Arsad mengimbau agar umat memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan kualitas ibadah di bulan Ramadhan. Setiap daerah diharapkan menyesuaikan pelaksanaan shalat gerhana dengan jadwal lokal fenomena tersebut.
Waktu Gerhana di Berbagai Wilayah
Data astronomi menunjukkan gerhana bulan total dapat disaksikan di seluruh Indonesia, meski waktunya berbeda antarwilayah. Wilayah Sulawesi Utara, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan akan mengamati gerhana sejak kontak Umbra I pukul 17.49 WITA hingga berakhir pukul 21.17 WITA.
Sedangkan Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Gorontalo dapat menyaksikan gerhana mulai kontak Umbra II pukul 18.03 WIB hingga berakhir pukul 20.17 WIB.
Wilayah Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Jambi, Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jakarta, dan Jawa Barat dapat melihat gerhana pada puncaknya pukul 18.33 WIB hingga berakhir pukul 20.17 WIB. Aceh dan Sumatera Utara menyaksikan gerhana mulai kontak Umbra III pukul 19.03 WIB hingga berakhir pukul 20.17 WIB.
Koordinasi dan Fasilitasi Shalat Gerhana
Arsad Hidayat meminta jajaran Kemenag di daerah serta tokoh agama dan imam masjid untuk memfasilitasi pelaksanaan shalat gerhana. Pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan Islam juga diminta memastikan lokasi dan jadwal shalat sesuai waktu terjadinya gerhana di wilayah masing-masing.
“Kami menginstruksikan agar pelaksanaan shalat gerhana dapat dikoordinasikan dengan baik dan dilaksanakan sesuai dengan perkiraan waktu terjadinya gerhana di masing-masing daerah,” katanya.
Pelaksanaan shalat gerhana diharapkan berlangsung secara tertib dan khidmat. Arsad menekankan pentingnya melibatkan masyarakat agar momen ini menjadi kegiatan bersama yang mempererat solidaritas. Dengan koordinasi yang baik, umat Islam di seluruh Nusantara dapat mengikuti ibadah ini secara serentak sesuai jadwal.
Kemenag juga mendorong para imam masjid untuk memberikan pemahaman singkat sebelum shalat. Penjelasan ini mencakup tata cara shalat gerhana, doa yang dianjurkan, serta hikmah dari fenomena langit ini. Langkah ini bertujuan agar setiap peserta memahami makna ibadah dan tidak sekadar mengikuti rutinitas.
Makna Spiritual Gerhana Bulan Ramadhan
Gerhana bulan total yang terjadi di bulan Ramadhan memiliki makna spiritual yang mendalam. Arsad Hidayat menyebut momen ini sebagai kesempatan untuk introspeksi, memperkuat keimanan, dan meningkatkan ibadah.
“Selain melaksanakan shalat sunah gerhana, umat Islam dianjurkan bertakbir dan bershalawat, memperbanyak dzikir dan istighfar, bersedekah, serta memanjatkan doa untuk keselamatan bangsa dan negara,” kata dia.
Masyarakat diajak memanfaatkan waktu gerhana untuk memperbanyak amalan baik. Kegiatan ini juga bisa menjadi ruang doa bersama bagi keselamatan bangsa dan kedamaian umat. Gerhana bulan menjadi pengingat akan kebesaran Allah dan pentingnya menjaga ukhuwah antarumat.
Selain itu, ibadah gerhana bulan memberi kesempatan bagi anak-anak dan generasi muda untuk belajar menghayati fenomena alam sebagai tanda kebesaran Allah. Orang tua dan guru di masjid maupun sekolah diharapkan membimbing mereka. Dengan begitu, momen langka ini menjadi sarana pendidikan agama sekaligus penguatan karakter.
Hikmah dan Imbauan Bagi Umat
Kemenag menekankan bahwa gerhana bulan bukan hanya fenomena astronomi, tetapi juga pengingat bagi umat untuk memperbanyak amal ibadah. Pelaksanaan shalat gerhana diharapkan menumbuhkan rasa syukur, kesadaran spiritual, dan solidaritas sosial. Arsad mengingatkan agar masyarakat tetap mematuhi protokol ibadah dan menjaga ketertiban di lokasi shalat.
Selain shalat gerhana, umat dianjurkan melakukan doa bersama dan kegiatan sosial, seperti sedekah, untuk memperkuat manfaat spiritual bagi masyarakat luas.
Momentum ini juga bisa menjadi pengingat pentingnya menjaga keselamatan dan persatuan bangsa. Dengan partisipasi aktif, gerhana bulan menjadi pengalaman spiritual yang mendidik dan mempererat hubungan antarumat.
Kemenag berharap pelaksanaan shalat gerhana bulan total ini berlangsung lancar di seluruh wilayah. Koordinasi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan. Dengan demikian, gerhana bulan di bulan Ramadhan dapat menjadi momen berharga untuk memperkuat keimanan dan kebersamaan umat Islam.