JAKARTA - Menjelang Ramadan, kebutuhan energi rumah tangga di Daerah Istimewa Yogyakarta diproyeksikan meningkat signifikan.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, otoritas PT Pertamina disebut akan memberikan kuota fakultatif atau tambahan gas LPG 3 kilogram bagi wilayah DIY. Langkah ini diharapkan mampu menjaga kelancaran distribusi dan mencegah kekurangan pasokan di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat.
Sekretaris Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas DIY, Lustio Ario Wibisono, menyampaikan bahwa koordinasi telah dilakukan dengan pemerintah kabupaten dan kota.
Koordinasi tersebut bertujuan mengirimkan surat penambahan kuota fakultatif kepada Pertamina. Upaya ini menjadi bagian dari strategi menjaga stabilitas pasokan selama periode Ramadan hingga Idulfitri.
"Alokasi gas LPG 3 kilogram di hari biasa di Kota Yogyakarta sekitar 22.000 tabung per hari. Untuk kuota fakultatif ini bisa di angka 100%," kata Lustio dalam keterangan pers. Penambahan hingga dua kali lipat tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat pada masa puncak konsumsi.
Satgas Ramadan dan Idulfitri Disiagakan
Lustio menjelaskan bahwa Pertamina telah membentuk satuan tugas khusus untuk menghadapi Ramadan dan Idulfitri. Satgas tersebut bertugas memantau distribusi serta memastikan ketersediaan LPG 3 kilogram tetap terjaga di seluruh wilayah DIY. Penambahan pasokan akan difokuskan pada titik-titik yang berpotensi mengalami kekurangan.
"Pertamina juga ada Satgas Rafi (ramadan dan idulfitri), pasti nanti akan ada tambahan gelontoran untuk fakultatif di seratus persen. Jadi nanti di hari-H idulfitri nanti akan ada tambahan sebanyak itu. Mungkin bisa disebar di H+1 atau di H-1," jelas Lustio. Pernyataan itu menegaskan kesiapan distribusi tambahan menjelang hari besar keagamaan.
Penyaluran tambahan LPG 3 kilogram direncanakan fleksibel sesuai kebutuhan lapangan. Jika diperlukan, distribusi dapat dipercepat sebelum hari raya atau segera setelahnya. Mekanisme ini diharapkan mampu meredam potensi lonjakan permintaan mendadak.
Stok dan Harga Dipastikan Aman
Pemerintah Daerah DIY memastikan bahwa stok LPG 3 kilogram dalam kondisi aman. Kepala Biro Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Pemda DIY, Eling Priswanto, menegaskan bahwa ketersediaan pasokan masih terkendali. Dari sisi harga, LPG 3 kilogram dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi di pangkalan yaitu Rp18 ribu per tabung.
"Kami pastikan semua itu bisa terdistribusi dengan baik ke masyarakat dengan tepat sasaran dan dalam jumlah yang cukup," ungkap Eling. Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa distribusi dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku. Pemerintah juga memastikan pengawasan berjalan agar tidak terjadi penyimpangan harga di tingkat konsumen.
Selain memastikan stok LPG, pemerintah daerah juga memantau kebutuhan bahan pokok lainnya. Tim Pemantau Inflasi Daerah telah melakukan pemantauan ketersediaan serta harga bahan pangan di lima kabupaten dan kota. Langkah ini dilakukan guna menjaga stabilitas ekonomi selama Ramadan.
Pemantauan Harga dan Imbauan Anti Panic Buying
Eling menyampaikan bahwa pemantauan di wilayah Kota Yogyakarta difokuskan pada pasar modern. Sementara itu, di kabupaten lain pemantauan dilakukan di pasar tradisional karena harga dinilai masih dalam jangkauan masyarakat. Pemerintah mencermati setiap pergerakan harga untuk memastikan tidak terjadi lonjakan di luar kewajaran.
"Artinya lonjakan harga itu wajar, tiap tahun seperti itu, cuma range-nya masih dalam kisaran yang kita harapkan. Secara stok pantauan kami juga aman seperti bawang merah, beras, gula dan produk lainnya aman terkendali. Kita imbau masyarakat tidak perlu panic buying, aksi borong," kata Eling.
Imbauan ini bertujuan menjaga keseimbangan permintaan agar distribusi tetap stabil.
Pemerintah mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang dalam memenuhi kebutuhan Ramadan. Aksi pembelian berlebihan justru berpotensi mengganggu distribusi dan menciptakan kelangkaan semu. Dengan pengelolaan yang baik, ketersediaan LPG dan bahan pokok diharapkan tetap terjaga.
Pengawasan dan Kolaborasi Antarinstansi
Pemerintah Daerah DIY juga mengajak masyarakat untuk melaporkan jika menemukan praktik penimbunan. Laporan dapat disampaikan kepada Tim Pemantau Inflasi Daerah agar segera ditindaklanjuti. Tindakan tegas diperlukan guna menjaga stabilitas harga dan pasokan kebutuhan pokok.
Pemda DIY menggandeng Satgas Pangan, Bank Indonesia, serta dinas terkait di tingkat provinsi dan kabupaten atau kota. Kolaborasi ini bertujuan mempercepat penanganan jika ditemukan pelanggaran distribusi. Koordinasi lintas lembaga dinilai penting untuk menjaga situasi tetap kondusif selama Ramadan dan Idulfitri.
Dengan tambahan kuota fakultatif hingga 100 persen, distribusi LPG 3 kilogram di DIY diharapkan lebih terjamin. Satgas khusus serta pemantauan harga bahan pokok menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas daerah.
Pemerintah berharap masyarakat dapat menjalani Ramadan dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan energi dan kebutuhan pokok.