JAKARTA - Menjelang penutupan tahun 2025, pemerintah memastikan bantuan sosial tetap menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Salah satu program yang menjadi perhatian adalah Bantuan Langsung Tunai Sementara atau BLTS, yang disalurkan untuk menopang daya beli keluarga rentan.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa penyaluran BLTS berjalan sesuai target. Hingga hari terakhir tahun 2025, bantuan tersebut telah diterima oleh puluhan juta keluarga penerima manfaat di berbagai daerah di Indonesia.
Realisasi BLTS di Penghujung Tahun
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyebut BLTS telah disalurkan kepada 33 juta Keluarga Penerima Manfaat hingga akhir tahun 2025. Capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak yang terlibat dalam pendistribusian bantuan.
“Ini kami melihat secara langsung penyaluran BLTS pada hari terakhir tahun 2025. Data yang sudah terverifikasi per hari ini sudah lebih dari 33 juta dan sudah bisa disalurkan secara bertahap, baik lewat bank Himbara maupun lewat PT Pos Indonesia,” kata Gus Ipul saat meninjau penyaluran BLTS di Kantor Pos Cikini, Jakarta, Rabu.
Ia menyampaikan bahwa penyaluran dilakukan secara bertahap agar bantuan dapat diterima dengan tertib. Proses ini juga memastikan data penerima sesuai dengan hasil verifikasi yang telah ditetapkan.
Peran PT Pos dan Bank Himbara
Dalam penyaluran BLTS tahun 2025, pemerintah menggandeng PT Pos Indonesia dan bank-bank Himbara. Menurut Menteri Sosial, sekitar 18 juta KPM menerima BLTS melalui PT Pos, sementara sisanya disalurkan lewat bank Himbara.
PT Pos Indonesia terus memaksimalkan pendataan dan distribusi melalui kantor cabang di seluruh wilayah. Upaya ini dilakukan untuk memastikan tidak ada penerima yang terlewat hingga batas akhir penyaluran.
PT Pos menargetkan penyaluran BLTS tahun 2025 mencapai 100 persen hingga malam terakhir tahun ini. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen pelayanan kepada masyarakat penerima manfaat.
Penyaluran Tetap Berjalan di Hari Libur
Menteri Sosial mengapresiasi langkah PT Pos Indonesia yang tetap menyalurkan bantuan meski di hari libur. Selama dua bulan terakhir, proses distribusi terus dilakukan tanpa henti demi mengejar target penyaluran.
“Hari libur pun PT Pos berusaha untuk terus menyalurkan selama dua bulan terakhir ini dan sampai sekarang terus berlangsung sampai nanti malam,” ujar Mensos Saifullah Yusuf.
Ia menambahkan bahwa khusus wilayah Jakarta Pusat, penyaluran BLTS mencakup sekitar 71 ribu KPM. Dari jumlah tersebut, sekitar seribu KPM menerima bantuan melalui Kantor Pos Cikini.
Mensos berharap seluruh penyaluran dapat diselesaikan tepat waktu. Ia optimistis proses distribusi di berbagai daerah bisa tuntas hingga malam hari.
Proses Verifikasi dan Validasi Data
Gus Ipul menjelaskan bahwa penyaluran BLTS dilakukan berdasarkan data yang telah diverifikasi dan divalidasi oleh Badan Pusat Statistik. Data tersebut kemudian dimutakhirkan oleh Kementerian Sosial bersama Dinas Sosial dan pemerintah daerah.
“Kami terus lakukan ini dengan membuka berbagai saluran. Saluran pertama, tentu yang formal mulai dari RT/RW,” tutur Mensos Saifullah Yusuf.
Ia menjelaskan bahwa data penerima diawali dari tingkat RT dan RW, kemudian diteruskan ke kelurahan atau desa. Setelah itu, data diolah oleh operator desa dan diteruskan ke Dinas Sosial.
Proses tersebut berlanjut ke tingkat bupati atau wali kota sebelum akhirnya diolah secara nasional oleh BPS. Mekanisme ini dilakukan untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Cerita Penerima Manfaat BLTS
Salah satu penerima manfaat BLTS, Fiqri (30), warga Kwitang, Jakarta Pusat, mengaku bersyukur namanya tercantum sebagai penerima bantuan. Ia datang langsung ke Kantor Pos untuk mengambil BLTS.
Fiqri merupakan karyawan yang terdampak Pemutusan Hubungan Kerja. Sebelumnya, ia bekerja di sebuah restoran sebelum akhirnya kehilangan pekerjaan.
“Saya tinggal di rumah mertua, sudah satu tahun tidak bekerja. Selama ini mengandalkan kerja sampingan seperti jual baju,” tuturnya.
Ia menjelaskan bahwa penghasilan yang diperoleh bersifat harian dan tidak menentu. Bantuan BLTS dinilai sangat membantu memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari.
Komitmen Pemerintah Menjaga Daya Beli
Penyaluran BLTS menjadi salah satu upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang menantang. Program ini difokuskan kepada keluarga yang benar-benar membutuhkan.
Menteri Sosial menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya memperbaiki akurasi data agar bantuan sosial tepat sasaran. Evaluasi dan pemutakhiran data dilakukan secara berkala.
Ia juga mengingatkan bahwa bantuan sosial harus digunakan sesuai peruntukannya. Pemerintah akan terus mengawasi penyaluran agar berjalan transparan dan akuntabel.
Dengan capaian penyaluran kepada 33 juta KPM, pemerintah berharap BLTS dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Program ini diharapkan menjadi bantalan sosial yang membantu keluarga bertahan dan bangkit secara ekonomi.