Pangan Nasional

Harga Pangan Nasional Bergerak Beragam, Beras Naik Cabai Turun

Harga Pangan Nasional Bergerak Beragam, Beras Naik Cabai Turun
Harga Pangan Nasional Bergerak Beragam, Beras Naik Cabai Turun

JAKARTA - Pergerakan harga pangan nasional kembali menunjukkan dinamika yang cukup beragam menjelang pertengahan pekan pertama Maret 2026. 

Beberapa komoditas utama mengalami kenaikan harga, sementara komoditas lain justru mencatat penurunan cukup signifikan. Kondisi ini menunjukkan bahwa stabilitas harga pangan masih dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari distribusi, pasokan, hingga permintaan masyarakat.

Berdasarkan data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional atau PIHPS Nasional pada Jumat pagi, tren harga sejumlah bahan pangan penting seperti beras, cabai, bawang, hingga produk protein hewani menunjukkan pergerakan yang berbeda-beda. Ada komoditas yang mengalami kenaikan cukup tajam, namun ada pula yang justru mengalami penurunan harga.

Situasi ini menjadi perhatian penting karena harga pangan merupakan salah satu indikator yang mempengaruhi daya beli masyarakat. Oleh karena itu, pemantauan harga secara rutin dilakukan untuk memastikan kondisi pasar tetap stabil serta pasokan kebutuhan pokok tersedia dengan cukup.

Kenaikan Harga Beras Di Berbagai Kualitas

Salah satu komoditas yang mengalami kenaikan harga pada hari ini adalah beras. Berdasarkan data PIHPS Nasional yang tercatat pada pukul 09.40 WIB, hampir seluruh kategori beras menunjukkan tren kenaikan harga di tingkat rata-rata nasional.

Beras kualitas bawah I mengalami kenaikan sebesar 4,15 persen sehingga harganya menjadi Rp15.050 per kilogram. Sementara itu, beras kualitas bawah II juga mengalami peningkatan sebesar 1,04 persen menjadi Rp14.600 per kilogram.

Kenaikan harga juga terjadi pada kategori beras kualitas medium. Beras medium I tercatat naik 4,08 persen menjadi Rp16.600 per kilogram. Selanjutnya, beras medium II juga mengalami kenaikan sebesar 1,58 persen dengan harga mencapai Rp16.050 per kilogram.

Tidak hanya itu, beras kualitas super juga menunjukkan tren kenaikan meskipun tidak sebesar kategori lainnya. Beras super I naik 0,58 persen sehingga harganya menjadi Rp17.250 per kilogram. Sedangkan beras super II meningkat 1,2 persen menjadi Rp16.900 per kilogram.

Kenaikan harga beras di berbagai kategori tersebut menunjukkan bahwa komoditas pangan pokok ini masih mengalami tekanan harga di pasar nasional. Pergerakan harga ini biasanya dipengaruhi oleh kondisi pasokan, distribusi, serta permintaan masyarakat yang terus meningkat.

Harga Aneka Cabai Justru Mengalami Penurunan

Berbeda dengan beras, komoditas cabai justru mengalami tren penurunan harga pada beberapa jenis. Penurunan ini cukup signifikan terutama pada jenis cabai rawit hijau.

Harga cabai rawit merah tercatat turun sebesar 8,04 persen menjadi Rp68.650 per kilogram. Selain itu, cabai merah keriting juga mengalami penurunan sebesar 3,5 persen dengan harga menjadi Rp44.050 per kilogram.

Penurunan paling tajam terjadi pada cabai rawit hijau yang anjlok hingga 26,74 persen sehingga harganya menjadi Rp39.450 per kilogram.

Namun demikian, tidak semua jenis cabai mengalami penurunan harga. Cabai merah besar justru menunjukkan tren sebaliknya. Komoditas ini mengalami kenaikan harga sebesar 10,87 persen sehingga mencapai Rp48.950 per kilogram.

Perbedaan pergerakan harga pada berbagai jenis cabai ini menunjukkan bahwa kondisi pasokan dan distribusi setiap komoditas tidak selalu sama. Faktor cuaca, produksi petani, hingga distribusi dari daerah sentra produksi juga turut memengaruhi harga di tingkat pasar.

Bawang, Daging, Dan Telur Ikut Berubah

Selain beras dan cabai, sejumlah komoditas lain juga mengalami perubahan harga pada hari ini. Komoditas bawang misalnya, tercatat mengalami kenaikan cukup tinggi dibandingkan komoditas lain.

Harga bawang merah ukuran sedang meningkat sebesar 14,97 persen sehingga mencapai Rp51.450 per kilogram. Sementara itu, bawang putih ukuran sedang juga mengalami kenaikan sebesar 16,44 persen dengan harga menjadi Rp47.450 per kilogram.

Pada kelompok protein hewani, harga daging ayam ras segar justru mengalami penurunan. Harga komoditas ini turun sebesar 9,3 persen sehingga menjadi Rp38.050 per kilogram.

Namun kondisi berbeda terjadi pada telur ayam ras segar yang justru mengalami kenaikan harga. Komoditas ini naik sebesar 3,83 persen sehingga mencapai Rp33.850 per kilogram.

Sementara itu, harga daging sapi juga menunjukkan tren kenaikan pada beberapa kategori. Daging sapi kualitas 1 mengalami kenaikan sebesar 3,88 persen sehingga menjadi Rp150.000 per kilogram. Sedangkan daging sapi kualitas 2 naik sebesar 9,05 persen menjadi Rp148.750 per kilogram.

Perubahan harga pada komoditas protein hewani ini menunjukkan bahwa dinamika pasar pangan tidak hanya terjadi pada bahan pokok seperti beras dan cabai, tetapi juga pada sumber protein yang menjadi kebutuhan penting masyarakat.

Pergerakan Harga Gula Dan Minyak Goreng

Perubahan harga juga terjadi pada komoditas gula dan minyak goreng yang termasuk kebutuhan pokok rumah tangga. Kedua komoditas ini menunjukkan tren kenaikan harga pada beberapa kategori.

Harga gula pasir premium tercatat naik sebesar 3,27 persen sehingga mencapai Rp20.500 per kilogram. Sementara itu, gula pasir lokal juga mengalami kenaikan sebesar 1,9 persen dengan harga menjadi Rp18.800 per kilogram.

Pada komoditas minyak goreng, pergerakan harga terlihat bervariasi. Minyak goreng curah justru mengalami penurunan tipis sebesar 1,05 persen sehingga menjadi Rp18.800 per kilogram.

Namun, minyak goreng kemasan bermerek menunjukkan kenaikan harga yang cukup signifikan. Minyak goreng kemasan bermerek 1 naik sebesar 8,81 persen sehingga mencapai Rp24.700 per kilogram.

Sementara itu, minyak goreng kemasan bermerek 2 juga mengalami kenaikan sebesar 3 persen dengan harga menjadi Rp22.300 per kilogram.

Dinamika harga minyak goreng ini mencerminkan kondisi pasar yang masih dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk pasokan bahan baku, distribusi, serta permintaan di tingkat konsumen.

Secara keseluruhan, pergerakan harga pangan nasional pada hari ini menunjukkan pola yang beragam. Sebagian komoditas mengalami kenaikan harga, sementara sebagian lainnya justru mengalami penurunan. Kondisi ini menegaskan pentingnya pemantauan harga secara berkelanjutan agar stabilitas pasokan pangan tetap terjaga.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index